Salah satu acara menarik dalam acara Deklarasi dan pelantikan DPW dan DPD MIO BALI tgl 28 Oktober 2021 kemaren adalah Gamelan dan tabuh penyambutan para tamu dan tari Bali yang cukup memukau para tamu dan undangan yang berasal dari Jakarta,Bandung dan daerah lain yang hadir siang itu.
Pewarta pun sangat tertarik untuk menemui Pimpinan sanggar tabuh tersebut dan setelah mencari info dari para pemain gamelan akhirnya pewarta berkesempatan menemui dan mewawancarai Ketua dan pemimpin dari Sanggar tersebut yaitu Bapak I Ketut Pande Parwata atau supaya lebih mudah mengingatnya kami menyebutnya Bapak Pande Gamelan.
Dari wawancara santai dengan Bapak Pande dalam suasana yang akrab kami mengetahui bahwa nama sanggar yang dipimpin Bapak Pande adalah SANGGAR TARI DAN TABUH BRAHMA BUDAYA .Sanggar tersebut berdiri sejak tahun 2015 dengan total seniman Gamelan dan tabuh serta penari adalah berjumlah 40 orang. Dan sebelum adanya musibah Pandemi setiap hari Sanggar Tari dan Tabuh BRAHMA BUDAYA selalu mendapat job untuk acara penyambutan Dinner Party di Hotel, Acara Meeting dan Conference tingkat nasional dan International dan aktifitas Sanggar cukup padat. Tapi setelah terjadi musibah Pandemi yang cukup panjang Sanggar yang dipimpin Bapak I Ketut Pande Parwata mulai sepi job bahkan hampir 2 tahun sepi job bahkan banyak diam dirumah. Tapi semua anak didik Bapak Pande tetap giat berlatih agar tetap luwes tutur Bapak Pande dengan mimik sedih karena semangat anak anak itulah yang membuat Bapak Pande selaku pimpinan/Ketua Sanggar terharu.
Acara Deklarasi dan Pelantikan DPW&DPD MIO Bali yang menggunakan jasa Sanggar Tari dan Tabuh Brahma Budaya juga sebagai langkah awal pemicu semangat anak anak yang tergabung dalam Sanggar yang dipimpin Bpk I Ketut Pande Parwata.
Ada harapan dari Bpk I Ketut Pande Parwata agar Pemerintah bisa memperhatikan properti Sanggar yang sudah usang .
Yang perlu dpt bantuan antara lain:
Seperangkat gamelan yg masih kurang spt: ugal 1, jegog sepasang, kantilan 2, dan trompong.
Di samping itu jg kostum penabuh sudah ga layak d pakai serta pakaian tari yang udh agak buram.
Itu harapan dari Bpk I Ketut Pande Parwata selaku Ketua/Pimpinan dari SANGGAR TARI & TABUH BRAHMA BUDAYA sebelum kita mengakhiri Bincang bincang kita siang itu. Dan Bpk Pande juga berupaya agar Seni Tari dan Tabuh yang merupakan Seni dan Budaya Bali akan tetap dilestarikan sampai anak cucunya.
Kami semua khususnya masyarakat Bali berharap dan berdoa Pandemi segera berakhir Seni dan Budaya BALI semakin dikenal Dunia dan BANGKITLAH BALIKU !!!
balinews -ukie
0 Comments