SENTANI – Tim Panahan Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 hanya menurunkan satu atlit di divisi compound individu putra. Walaupun turun seorang diri di individu compound, I Komang Gde Krishnanda PK. mampu membantai satu demi satu setiap lawannya. 

Pada babak semi final Komang kalah dalam shoot off saat berhadapan dengan pemanah nasional asal Jawa Barat Deki Adika Hastian. 

Kegagalan finalis Jawa Barat Deki Adika Hastian ditangan Yogi Pratama dari Riau, menutup peluang merka mengawinkan medali emas putra dan putri untuk nompr compound individu. Sebelumnya  RatihZilizati Fadhly dari Jawa Barat telah menyabet medali emas setelah menumbangkan Syahara dari Banten.

Saat berhadapan dengan Jawa Barat kedudukan seri, saling kejar-kejaran hingga pertandingan seri ke lima,  Untuk menentukan pemenang dilakukan shoot off, masing-masing pemanah menembak 1 anak panah. Komang yang mendapat giliran pertama, menembak di angka 10, wakil Jawa Barat Deki Adika Hastian melepaskan anak panahnya persis di 10+. (persis ditengah target).  

“Ini hasil yang maksimal, kami bersyukur, karena ini benar-benar maksimal. Pada PON Papua kami menargetkan 2 emas, harapannya 1 emas dari compound, namun dapat perunggu, kesempatan masih terbuka di nomor nasional beregu dan perorangan  putri yang baru akan dipertandingkan 6 Oktober”, tegas coach Made Saputra.

Made Saputra juga menyoroti penyelenggaraan PON Papua ini sangat luar biasa, baik dari saran dan pelayanan yang diberikan tuan rumah Papua sangat luar biasa.  Saya merasa bangga dengan adanya PON yang diselenggarakan di Bumi Cendrawasih. Catatan saya, luar biasa, pelayanan luar biasa, bangga bisa hadir di Papua. Alamnya indah, orangnya ramah dan bersahabat. Semoga mata dunia melihat bahwa Papua tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, infrastruktur, venue dan fasilitasnya cukup memadai. 

Pada laga perebutan medali perunggu, Komang berhadapan dengan wakil Kalimantan Tengah Fitriansyah.Laga dimenangkan Komang dengan skor 141-137. Sementara emas direbut atlit dari provinsi Riau Yogi Pratama, yang menghentikan  perlawanan atlit pelatnas Deki Adika Hastian dari Jawa Barat dengan skor 146-144.

PON XX Papua merupakan pesta olahraga multi event pertama yang dikiti Komang Gde Krishnanda P. Untuk itu target dia hanya satu medali, apapun klasifikasinya 1 medali harus dibawa pulang ke Pulau Dewata, Bali. Tambahan 1 medali perunggu dari cabang olahraga Panahan, menempatkan Bali di urutan ke 6 dengan 10 emas, 4 perak dan 11 perunggu.

Usai meberikan pengalungan medali kepada para juara, DR.Juliana J.Waromi,SE,M.Si. Ketua Pengprov Perpani Papua, merasa bangga atas torehan medali perak yang dihasilkan Rezza Octavia. Pencapaian Perpani Papua saat ini merupakan satu lompatan yang cukup jauh, mengingat Panahan Papua selama ini tidak masuk dalam radar persaingan nasional.

“Saya bangga karena selama ini Papua tidak pernah diperhitungkan dikancah nasional. Sebagai Ketua Pengprov saya bangga, baru kali ini kita mendapatkan hasil di ajang multi event. Bagi saya ini belum berakhir, besok masih ada beregu dimana atlit kita akan tampil di final beregu putri memperebutkan emas dan mixed tim rebut perunggu. Ya doakan saja semoga besok hasilnya lebih baik dari hari ini, kita akan buktikan TORANG BISA, sukses penyelenggara, sukses prestasi”, tegas Mama Juli.

Ditanya tentang penyelenggaraan PON Papua, Mama Juli rasa apa yang diinginkan Gubernur Lukas Enembe dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh panitia dan jajaran di bawah. Saya bangga dengan Pak Gubernur yang berani ambil sikap untuk menyelenggarakan PON di tanah Papua. Hingga saat ini semuanya masih berjalan sesuai rencana, semoga ke depan tidak ada gangguan berarti, harapnya.

Diakhir pembicaraan, Mama Juli tanpa ragu menjawab tantangan pelaksanaan event nasional di Papua. Perpani Papua siap sepanjang ada rekomendasi dan dukungan dari PB Perpani. Jika hal itu terjadi Juli berjanji akan meminta dukungan dari KONI dan Gubernur Papua, sehingga pola penyelenggaraan seperti PON bisa diterapkan saat event nasional di Papua.


Red : Ukie Balinews/ Bram.s Bali