1. Pada hari Minggu tanggal 31 Oktober 2021 pukul 09.45 Wita bertempat di depan Monumen Perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung Jl. Untung Surapati Kec. Denpasar Barat Kota Denpasar telah berlangsung *Aksi Damai Pernyataan sikap penolakan terhadap penyelenggaraan dan hasil Mahasabha XII PHDI* oleh Aliansi Hindu Nusantara, sebagai Korlap Anak Agung Bram  diikuti 60 orang 

2. Adapun Perwakilan organisasi Hindu Bali yang tergabung dalam Aliansi Hindu Nusantara sebagai berikut :

a. Brahmastra Bali.

b. Laskar Bali Santi

c. Baladika Angunggah Santi

d. Lateng Ngiu

e. Kaula Nindihin Bali

f. Swastika Bali

g. Semeton Ajik Aura

h. Yayasan Bima Sakti

i. Dharma Murti

j. Satria Wintang danu

k. Giri Tohlangkir

l. Taksu Dalem Segare

m. Puskor Hindunesia

n. Yayasan Jaringan Hindu Nusantara

o. Amukti Palapa Nusantara

p. Sandi Murti

q. Pasraman Kayu Manis

r. Patriot Garuda Nusantara

3.  Spanduk bertuliskan 

a. Aliansi Hindu Nusantara

b. Hare Khrisna dan Saibaba mengancam kerukunan beragama di NKRI

c. Bubarkan PHDI Pro Sampradaya Asing jangan biarkan Hare Khrisna dan Saibaba berlindung di PHDI #ShaveBALI.

d. Hare Krishna dan Saibaba perusak budaya nusantara

e. Keluarkan sampradaya asing seperti Hare Kriahna, Saibaba, dll dari Jagad Nusantara

4. Rangkaian kegiatan : 

a. Pukul 09.30 Wita Aliansi Hindu Nusantara berkumpul di depan Pura Jagatnatha Kec. Denpasar Timur untuk melaksanakan persembahyangan bersama Aliansi Hindu Nusantara.

b. Pukul 09.45 Wita Aliansi Hindu Nusantara bergerak menuju depan Monumen Perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung.

c. Pukul 09.50 Wita penyampaian pernyataan sikap dari Aliansi Hindu Nusantara oleh Perwakilan Aliansi Hindu Nusantara : 

Kami Aliansi Hindu Nusantara, merasa prihatin dengan adanya ideologi dan organisasi transnasional sampradaya yang melakukan Intervensi dan Infiltrasi budaya yang merusak tatanan kehidupan sosial, agama, adat, Tradisi, Budaya, stabilitas kesatuan dan persatuan di NKRI. Maka dengan ini kami Aliansi Hindu Nusantara menyatakan sikap sebagai berikut : 

1) Tidak mengakui penyelenggaraan dan hasil Mahasabha ke-XII PHDI yang dilaksanakan Pengurus PHDI Pusat 2016 -2021. Adapun dasar penolakan :

a) Pengurus PHDI telah demisioner karena telah diselenggarakan Mahasabha Luar Biasa 

b) Masa kepengurusan penyelenggara mahasabha telah berakhir pada pada tanggal 24 Oktober 2021 

c) Menolak Ideologi dan organisasi transnasional Sampradaya yang tidak sesuai dengan Agama Hindu di Indonesia karena mencampuradukkan ajaran berbagai agama dan umat beragama di Indonesia. Hal ini dapat berimplikasi konflik antar-agama dan antar-umat beragama sebagaimana yang terjadi di luar negeri dan berdampak pada disharnoni dan disintegrasi kehidupan umat beragama serta kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI. 

d) Menolak PHDI diklaim berafiliasi dengan Visva Hindu Parishad (VHP) dengan Ideologi Hindutva yang bertujuan membentuk negara Hindu, dan ideologi ini dibawa oleh kelompok sampradaya ke Indonesia. Gerakan seperti Ini sangat membahayakan ideologi bangsa Pancasila dan kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika. 

e) Menuntut pemurnian PHDI agar tidak terpapar ideologi asing (Hindutva) dan tidak mengayomi Organisasi transnasional Sampradaya. 

f) Menuntut PHDI dikembalikan fungsinya sebagai Majelis Tertinggi Umat Hindu di Indonesia. 

g) Mengajukan mosi tidak percaya atas kehadiran perwakilan PHDI Provinsi Bali pada Mahasabha XII PHDI karena tidak menunjukkan sensitivitas terhadap tuntutan umat Hindu Bali untuk memurnikan dan membersihkan PHDI dari Ideologi dan organisasi sampradaya yang tidak sesuai dengan agama, adat, tradisi dan budaya Bali. 

h) Aliansi Hindu Nusantara mendukung keberadaan Pengurus PHDI Pusat 2021 - 2026, hasil terselenggaranya Mahasabha Luar Biasa karena telah sesual dengan Anggaran Dasar PHDI. Wujud dari dukungan tersebut adalah mengawal serta hanya mengakui kegiatan Parisada ini. 

i) Memohon kepada Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali untuk mendukung kepengurusan PHDI Pusat 2021 - 2026 hasil Mahasaba Luar Biasa, sebagai satu-satunya Majelis Tertinggi Agama Hindu di Indonesia umumnya dan di Bali khususnya. Pengakuan ini untuk menanggulangi terjadi crash horisontal Krama Bali. 

d. Pukul 10.05 Wita orasi Korlap a.n. Anak Agung Bram intinya : 

1) Kami bangga dengan Aliansi Hindu Nusantara yang hadir hari ini untuk menyatakan sikap bahwa kita tegas menolak Mahasabha PHDI XII yang demisioner tidak berhak lagi memilih kepengurusan PHDI

2) Jejak digital tidak bisa berbohong dimana Ketua PHDI Pusat Terpilih menghina tradisi adat budaya Bali yang diwarisi leluhur, mereka lupa dasar keyakinan hindu dharma dalam panca sradha, yang muncul panca yadnya kemudian tumbuh seni budaya.

3) Kita harus tegas, jangan abu² jangan karena kepentingan mengorbankan orang bali, kita bela jati diri bukan membela kelompok atau organisasi.

4) Kalau mereka sampradaya asing tetap menguasai organisasi hindu, mereka menyusup mempengaruhi tokoh² kita maka hancurlah hindu dharma hindu Nusantara.

5) Orang asing berlomba² datang ke bali untuk melihat budaya leluhur kita, bukan karena yang lainnya, budaya leluhur harus kita jaga dan lesatarikan, jangan sampai dirusak oleh kelompok yang ingin memecah Bali. 

e. Pukul 10.15 Wita orasi dari Perwakilan Pasraman Kayu Manis Sdri. Nyoman Pusparini : 

1) Atas nama Aliansi Hindu Nusantara, kami sebagai perempuan Nusantara menyatakan sikap sebelum sampradaya asing keluar dari Hindu Indonesia maka kami akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan

2) Kalau kita tidak melakukan pergerakan dari sekarang maka akan ada penyelasan bagi Hindu Indonesia, kami disini untuk menegakkan tanggung jawab darma negara karena sampradaya asing tidak sesuai dengan ideologi pancasila, tidak sesuai dengan hindu nusantara.

3) Kami akan terus semangat maju untuk menyuarakan pergerakan ini sampai mencapai tujuan, kami adalah perempuan nusantara "HIDUP PEREMPUAN!!!". Kami adalah perempuan Indonesia yang sangat menyayangi anak cucu untuk masa depan.

f. Pukul 10.20 Wita penyerahan dana punia oleh Wanita Nusantara kepada Panitia sebagai tanda kesungguhan mengawal pergerakan.

g. Pukul 10.23 Wita orasi dari Perwakilan Lateng Ngiu : 

1) Apalagi yang kita tunggu, para pendusta ingin bergerak lagi, mari kita bergerak jangan sampai ragu.

2) Mari kita satukan tekad untuk menolak hasil Mahasabha XII PHDI Pusat, ini memang garis pergerakan kita yang sudah diwariskan para leluhur/pendahulu. Kami dari Lateng Ngiu menyatakan sikap tidak mengakui kepengurusan hasil Mahasabha XII, tolak sampradaya asing dari bumi nusantara.

h. Pukul 10.26 Wita orasi dari Perwakilan Ngardi Bali Shanti :

1) Mereka sampradaya asing menyatakan bahwa kita menyembah batara lokal, ini menjadi racun generasi muda, sudah banyak generasi yang termakan racun itu.

2) Sampradaya Hare Krishna mengangkat manusia sebagai Tuhan yaitu Prabu Padha, dari Saibaba juga sama mengangkat saibaba sebagai Tuhan mereka.

3) Kita tahu di dalam Pancasila sila Pertama "Ketuhanan yang Maha Esa" artinya tuhan itu satu bukan merupakan manusia, keyakinan mereka dipaksakan untuk menghancurkan hindu dharma.

4) Kita harus bersihkan kepengurusan PHDI karena di dalam kepengurusan PHDI terdapat sampradaya asing yang merusak tubuh PHDI. Kami hanya ingin mengedukasi masyarakat agar mengajegkan hindu bali.

i) Pukul 10.35 Wita orasi dari Sdri. Nikaya Pidada :

intinya perjuangan kita belum selesai, perjuangan masih panjang kita tolak hasil Mahasabha XII PHDI. Mari kita tetap bersatu melestarikan budaya bali, tolak sampradaya apapun bentuknya, tetap berjuang sampai sampradaya hilang dari bali.

j. Pukul 10.43 Wita orasi dari Ketua PGN Gus Yadi : 

1) Pemerintah selalu menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan² yang terjadi, jangan sampai sampradaya sampai besar dan kita menjadi bingung.

2) Saya akan menyampaikan permintaan umat hindu di bali kepada pemerintah, saya sudah tidak terima pulau bali diacak-acak, saya orang nusantara agama Indonesia bukan orang agama, jangan mau kita dipecah belah, perjuangan harus dilanjutkan.

3) Saudara² saya di Jawa datang ke Bali untuk melihat budaya bali, adat bali, kesakralan bali, untuk siapapun yang datang ke Bali jangan ganggu adat budaya dan kesakralan Bali. Saya lahir di Pulau Bali Denpasar, maka saya akan membela tanah bali.

k. Pukul 10.50 Wita rangkaian kegiatan aksi damai aliansi hindu nusantara selesai dengan aman dan lancar.

balinews -ukie